Selasa, 06 Oktober 2015

Jaringan Pada Tumbuhan




A.    Gambar Jaringan Pada Tumbuhan
            


B.     Keterangan dan fungsi jaringan pada tumbuhan
Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan, dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu :


1. Jaringan meristem
Jaringan meristem adalah jaringan pada tumbuhan yang selalu mengalami pembelahan diri secara terus menerus.Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan, meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a.       Meristem apikal, terdapat di ujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar.
b.      Meristem interkalar, terdapat di antara jaringan dewasa, contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau family rumput-rumputan.
c.       Meristem llateral,, terletak sejajar dengan permukaan organ tempat ditemukannya. Contohnya  adalah cambium dan cambium gabus (felogen).
Berdasarkan asal-usulnya, meristem dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a.       Meristem primer, sel-selnya berkembang langsung dari sel-sel embrionik (contoh: meristem apikal). Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambah panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer.
b.      Meristem sekunder, sel-selnya berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kegiatan jaringan meristem menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan. Aktivitas kambium menyebabkan pertumbuhan skunder, sehingga batang tumbuhan menjadi besar . Ini terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka). Pertumbuhan kambium kearah luar akan membentuk kulit batang, sedangkan kearah dalam akan membentuk kayu. Pada masa pertumbuhan, pertumbuhan kambium kearah dalam lebih aktif dibandingkan pertumbuhan kambium kearah luar, sehingga menyebabkan kulit batang lebih tipis dibandingkan kayu.

2.      Jaringan permanen (jaringan dewasa)
Jaringan permanen atau jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi. Sifat-sifat jaringan dewasa antara lain:
Tidak mempunyai aktivitas untuk memperbanyak diri
·        Mempunyai ukuran sel yang relatif besar dibandingkan sel-sel meristem
·        Mempunyai vakuola besar, sehingga plasma sel sedikit dan merupakan selaput yang menempel pada dinding sel
·        Kadang-kadang selnya telah mati
·        Selnya telah mencapai penebalan dinding sesuai dengan fungsinya
·        Di antara sel-selnya dijumpai ruang antarsel
Jaringan permanen atau jaringan dewasa di bedakan atas :
1.      Jaringan pelindung
2.      Jaringan epidermis
Epidermis merupakan jaringan paling luar yang menutupi permukaan organ tumbuhan, seperti: daun, bagian bunga, buah, biji, batang, dan akar. Fungsi utama jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan yang ada di bagian sebelah dalam. bentuk, ukuran, dan susunan, serta fungsi sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis organ tumbuhan. Ciri khas sel epidermis adalah sel-selnya rapat satu sama lain membentuk bangunan padat tanpa ruang antar sel. Dinding sel epidermis ada yang tipis, ada yang mengalami penebalan di bagian yang menghadap ke permukaan tubuh, dan ada yang semua sisinya berdinding tebal dan mengandung lignin. Sel-sel epidermis dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivate epidermis, misalnya stoma, trikoma, sel kipas, sistolit, dan sel silica.
Jaringan gabus, Dinding selnya mengandung suberin, sel mati dan kosong. Berfungsi untuk protektif atau pelindung.

3.      Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim terdiri atas kelompok sel hidup yang bentuk, ukuran, maupun fungsinya berbeda-beda. Sel-sel parenkim mampu mempertahankan kemampuannya untuk membelah meskipun telah dewasa sehingga berperan penting dalam proses regenerasi.Sel-sel parenkim yang telah dewasa dapat bersifat meristematik bila lingkungannya memungkinkan. Jaringan parenkim terutama terdapat pada bagian kulit batang dan akar, mesofil daun, daging buah, dan endosperma biji. Sel-sel parenkim juga tersebar pada jaringan lain, seperti pada parenkim xilem, parenkim floem, dan jari-jari empulur. Ciri utama sel parenkim adalah memiliki dinding sel yang tipis, serta lentur. Beberapa sel parenkim mengalami penebalan, seperti pada parenkim xilem. Sel parenkim berbentuk kubus atau memanjang dan mengandung vakuola sentral yang besar. Ciri khas parenkim yang lain adalah sel-selnya banyak memiliki ruang antarsel karena bentuk selnya membulat. Parenkim yang mempunyai ruang antarsel adalah daun. Ruang antarsel ini berfungsi sebagai sarana pertukaran gas antar klorenkim dengan udara luar. Sel parenkim memiliki banyak fungsi, yaitu untuk berlangsungnya proses fotosintesis, penyimpanan makanan dan fungsi metabolisme lain. Isi sel parenkim bervariasi sesuai dengan fungsinya, misalnya sel yang berfungsi untuk fotosintesis banyak mengandung kloroplas. Cadangan makanan yang terdapat pada sel parenkim berupa larutan dalam vakuola, cairan dalam plasma atau berupa kristal (amilum). Sel parenkim merupakan struktur sel yang jumlahnya paling banyak menyusun jaringan tumbuhan. Ciri penting dari sel parenkim adalah dapat membelah dan terspesialisasi menjadi berbagai jaringan yang memiliki fungsi khusus. Sel parenkim biasanya menyusun jaringan dasar pada tumbuhan, oleh karena itu jaringan parenkim disebut juga jaringan dasar.

4.      Jaringan penyokong(penguat)
Jaringan penyokong merupakan jaringan yang menguatkan tumbuhan. Berdasarkan bentuk dan sifatnya, jaringan penyokong dibedakan menjadi :
a)      Kolenkim : tersusun atas sel-sel hidup yang bentuknya memanjang dengan penebalan dinding sel yang tidak merata dan bersifat plastis, artinya mampu membentang, tetapi tidak dapat kembali seperti semula bila organnya tumbuh. Kolenkim terdapat pada batang, daun, bagian-bagian bunga, buah, dan akar. Sel kolenkim dapat mengandung kloroplas yang menyerupai sel-sel parenkim. Sel – sel kolenkim dindingnya terdiri atas selulosa.
b)      Sklerenkim : Sklerenkim merupakan jaringan penyokong tumbuhan, yang sel - selnya mengalami penebalan sekunder dengan lignin dan menunjukkan sifat elastis. Sklerenkim tersusun atas dua kelompok sel, yaitu sklereid dan serabut. Sklereid disebut juga sel batu yang terdiri atas sel - sel pendek, sedangkan serabut sel – selnya panjang. Sklereid berasal dari sel-sel parenkim, sedangkan serabut berasal dari sel - sel meristem. Sklereid terdapat di berbagai bagian tubuh. Sel – selnya membentuk jaringan yang keras, misalnya pada tempurung kelapa, kulit biji dan mesofil daun. Serabut berbentuk pita dengan anyaman menurut pola yang khas. Serabut sklerenkim banyak menyusun jaringan pengangkut.
5.      Jaringan pengangkut
Jaringan pengangkut terdiri dari :
a)      Xilem : Xilem merupakan jaringan kompleks karena tersusun dari beberapa tipe sel yang berbeda. Penyusun utamanya adalah trakeid dan trakea sebagai saluran pengangkut air dengan penebalan dinding sel yang cukup tebal sekaligus berfungsi sebagai penyokong. Xilem juga tersusun atas serabut, sklerenkim, serta sel-sel parenkim yang hidup dan berperan dalam berbagai kegiatan metabolisme sel. Xilem disebut juga sebagai pembuluh kayu yang membentuk kayu pada batang.Xilem berperan mengangkut air dan mineral dari dalam tanah ke daun.
b)      Floem : Pada prinsipnya, floem merupakan jaringan parenkim. Tersusun atas beberapa tipe sel yang berbeda, yaitu buluh tapis, sel pengiring, parenkim, serabut, dan sklerenkim. Floem juga dikenal sebagai pembuluh tapis, yang membentuk kulit kayu pada batang. floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.


C.    Perkembangan Vegetatif Dan Generatif Pada Tumbuhan.

1.       PERKEMBANGAN VEGETATIVE PADA TUMBUHAN (Tidak Kawin)
Perkembang biakan vegetative pada tumbuhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu perkembangbiakan secara vegetatif alami dan vegetatif buatan.
a.       Perkembangbiakan secara vegetatif alami
Ø  Spora. Memiliki inti sel yang berubah fungsi menjadi alat perkembangbiakan.spora hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Contohnya tumbuhan spora adalah lumut dan tumbuhan paku.
Ø  Umbi akar. Umbi akar adalah akar yang mengembang karena menyimpan makanan. Umbi ini kemudian mengeluarkan tunas sebagai individu yang baru. Contoh wortel, bunga dahlia, dan lain-lain.
Ø  Umbi lapis, umbi lapis memiliki struktur yang berlspis-lapis dan tunas dibagian tengahnya. Contoh, bawang-bawangan dan bunga tulip.
b.      Perkembangbiakan secara vegetatif buatan
Perkembangbaiakan vegetatif bauatan ditandai dengan adanya campur tangan manusia dalam proses perkemabang baiakannnya. Contoh, mencangkok, menempel (Okulasi), menyambung (Enten), stek, dan merunduk.

2.      Perkembang biakan secara generatif (kawin)
Perkembangbiakan secara generatif atau disebut juga perkembangbiakan secara kawin adalah peristiwa terbentuknya individu baru yang di dahului oleh pembuahan (fertilisasi). Pembuahan adalah peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina. Hasil dari peleburan tersebut berupa zigot.
Organisme yang berkembangbiak secara kawin (generatif) meliputi berbagai jenis vertebrata (ikan, katak, reptil, burung dan mamalia) dan avertebrata, seperti cacing tanah, lebah, rayap, udang, dan sebagainya. Perkembangbiakan secara generatif biasanya melibatkan dua induk. Oleh karena itu, sifat keturunan hasil perkembangbiakan tersebut merupakan gabungan dari sifat kedua induknya, sehingga dapat bervariasi. Selain berkembang biak secara generatif atau vegetatif saja, ada sebagian makhluk hidup berkembang biak secara keduanya. Perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatif amat jarang terjadi pada hewan. Namun, pada beberapa jenis tumbuhan dapat terjadi dengan kedua cara tersebut, misalnya lumut dan tumbuhan hijau.
Beberapa contoh makhluk hidup yang dapat melakukan perkembangbiakan dengan cara generatif dan vegetatifsebagai berikut:
  1. Hydra; secara generatif dengan membentuk ovarium dan testis, secara vegetatif dapat membentuk tunas.
  2. Lumut dan tumbuhan paku; secara generatif dengan membentuk sperma dan ovum, secara vegetatif dengan membentuk spora.
Tumbuhan biji (mangga, jambu, dan jeruk) secara generatif dengan membentuk biji dan secara vegetatif dengan cangkok.



Jumat, 02 Oktober 2015



LAPORAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH AGRONOMI
KOMODITI JERUK KEPROK GAYO
LOKASI RIMBA RAYA


AGRIBISNIS III A
Disusun Oleh:

ARIF
1101010024


 






AKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS GAJAH PUTIH
TAKENGON
2013

LAPORAN AGRONOMI
Komoditi Jeruk Keprok Gayo Lokasi Rimba Raya

A.     PENDAHULUAN
Sebelum lebih jauh membahas tentang laporan dari peraktikum ini maka perlu kita ketahui makna dari agronomi itu sendiri. Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkan output atau meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga.
Pada awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan secara langsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya, lalu ada tempat untuk menetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat tinggalnya dan mulai memelihara ternak dan terbentuklah pekarangan.
Setelah itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam, sehingga hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan lahan berpindah.
Semakin bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu berusaha untuk tetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai dikenal teknik budidaya (agronomi).
Ketidakseimbangan penambahan jumlah penduduk dibanding penambahan hasil pangan menjadi persoalan yang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan lahan, penggunaan varietas unggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak agronomi dan pelaksanaanya.
Sehingga dengan demikian agronomi merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam kehidupan bertani dan lainya. Untuk lebih lanjutnya maka dengan adanya teori agronomi tersebut maka akan lebih mudah dalam pengimplementasian ketika peraktik di lapangan.

B.      KOMODITI
Komoditi yang di gunakan dalam praktikum agronomi tersebut yaitu : komoditi jeruk keprok gayo. Karena jeruk keprok gayo adalah salah satu jeruk kebanggaan kepunyaan tanoh gayo, sebab telah di teliti dan dianalisa maka kementrian Negara republik Indonesia telah memberi ijin untuk dapat mengembangkan komoditi jeruk keprok gayo tersebut.

C.      SISTEM PERAKTIK
Dalam  melakukan praktikum tersebut, adalah sistem perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo dengan menggunakan sistem penempelan mata tunaske dalam batang tanaman lainya. Yaitu jeruk sayur (javaness sitrous.

D.     ALAT DAN BAHAN
Alat  dan bahan yang digunakan dalam peraktikum tersebut yaitu perbanyakan tanaman yaitu:
1.      pisau
2.      pelastik pembalut berukuran 11/2 ons
3.      mata tunas
4.      batang jeruk sayur
E.      CARA PERAKTIK
Sebelum mengkaji bagaimana proses perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo, terlebih dahulu kami menyampaikan cara-cara sbb :

1.BF
BF (Blok Fondation) adalah batang dasar / awal yang menjadi sumber dari perbanyakan tanaman jeruk tersebut, di lokasi peraktikum jumlah dari BF itu sendiri yaitu 12 batang, yang fungsinya adalah sebagai induk apabila ingin di perbanyak tanaman jeruk tersebut, untuk membuat BPMT, dan BF tersebut tidak di beri kesempatan untuk berbuah, serta di tempatkan dalam wadah yang khusus yaitu di dalam Green House.

2.BPMT
BPMT (Blok Pengadaan Mata Temple/Tunas) adalah sumber kedua setelah BF yang di gunakan untuk di ambil mata tunas tersebut, dan apabila BPMT ini mati maka diambil sebagai penggati yaitu dari BF yang di perbanyak. Jumlah BPMT yang diterangkan pada waktu itu yaitu berjumlah 360 batang.
PERUSES PRAKTIKUM
1.       Pemilihan mata tunas
Apabila perbanyakan akan dilakukan, maka terlebih dahulu memilih mata tunas yang akan di perbnyak dan di tempel pada batang javans sitrus. Cara pemilihanya yaitu dari BPMT yang pucuknya telah mempunyai masa Norman, yaitu keadaan pucuk tersebut tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.


2.       Penempelan
Penempelan merupakan peletakan mata tunas kepada batang javanes sitrus, yang sebelum itu mata tunas di potong dalam bentuk irisan miring, dan pada batang javannes sitrus tersebut juga di asmbil kulitnya tersebut kemudian barulah diletakkan mata tunas dari jeruk keprok gayo yang akan di budidayakan.
3.       Pembungkusan
Peruses akhir dari perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo adalah pembungkusan dengan menggunakan  pelastik yang berukuran 1 ons. Mata tunas yang telah di tempel maka di bungkus(dibalut) di bangian batang javanes setrus sampai rata, dan tidak boleh ada jalan air untuk masuk kepada bagian mata tunas yang telah ditempel.
Setelah di bungkus maka tunggu sampai tunas yang di tempel tersebut tidak busuk atau mulai tumbuh tunas baru yang akan menembus pelastik tersebut, barulah pelastik pembungkus tersebut siap untuk di ambil. Biasanya apabila proses tersebut berhasil maka jangka waktu keberhasilanya tersebut hanya berkisar ± 20 s/d 30 hari. Apabila gejala yang ada pada mata tunas yang di tempel tersebut seperti membusuk, maka tidak ada harapan untuk keberhasilan dari proses perbanyakan tersebut.







\