LAPORAN
PRAKTIKUM
MATA KULIAH AGRONOMI
KOMODITI JERUK KEPROK GAYO
LOKASI RIMBA RAYA
AGRIBISNIS III A
Disusun Oleh:
ARIF
1101010024
AKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS GAJAH PUTIH
TAKENGON
2013
LAPORAN AGRONOMI
Komoditi Jeruk Keprok Gayo
Lokasi Rimba Raya
A. PENDAHULUAN
Sebelum
lebih jauh membahas tentang laporan dari peraktikum ini maka perlu kita ketahui
makna dari agronomi itu sendiri. Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi
tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk
memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkan output atau
meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga.
Pada
awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan
secara langsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya,
lalu ada tempat untuk menetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat
tinggalnya dan mulai memelihara ternak dan terbentuklah pekarangan.
Setelah
itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam, sehingga
hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan
lahan berpindah.
Semakin
bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu
berusaha untuk tetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai
dikenal teknik budidaya (agronomi).
Ketidakseimbangan
penambahan jumlah penduduk dibanding penambahan hasil pangan menjadi persoalan
yang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan
lahan, penggunaan varietas unggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak
agronomi dan pelaksanaanya.
Sehingga dengan demikian agronomi merupakan
disiplin ilmu yang sangat penting dalam kehidupan bertani dan lainya. Untuk
lebih lanjutnya maka dengan adanya teori agronomi tersebut maka akan lebih
mudah dalam pengimplementasian ketika peraktik di lapangan.
B.
KOMODITI
Komoditi
yang di gunakan dalam praktikum agronomi tersebut yaitu : komoditi jeruk keprok
gayo. Karena jeruk keprok gayo adalah salah satu jeruk kebanggaan kepunyaan
tanoh gayo, sebab telah di teliti dan dianalisa maka kementrian Negara republik
Indonesia telah memberi ijin untuk dapat mengembangkan komoditi jeruk keprok
gayo tersebut.
C.
SISTEM PERAKTIK
Dalam melakukan praktikum tersebut, adalah sistem
perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo dengan menggunakan sistem penempelan mata
tunaske dalam batang tanaman lainya. Yaitu jeruk sayur (javaness sitrous.
D.
ALAT DAN BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam peraktikum
tersebut yaitu perbanyakan tanaman yaitu:
1.
pisau
2.
pelastik pembalut berukuran 11/2 ons
3.
mata tunas
4.
batang jeruk sayur
E.
CARA PERAKTIK
Sebelum
mengkaji bagaimana proses perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo, terlebih
dahulu kami menyampaikan cara-cara sbb :
1.BF
BF
(Blok Fondation) adalah batang dasar / awal yang
menjadi sumber dari perbanyakan tanaman jeruk tersebut, di lokasi peraktikum
jumlah dari BF itu sendiri yaitu 12 batang, yang fungsinya adalah sebagai induk
apabila ingin di perbanyak tanaman jeruk tersebut, untuk membuat BPMT, dan BF
tersebut tidak di beri kesempatan untuk berbuah, serta di tempatkan dalam wadah
yang khusus yaitu di dalam Green House.
2.BPMT
BPMT
(Blok Pengadaan Mata Temple/Tunas) adalah sumber kedua
setelah BF yang di gunakan untuk di ambil mata tunas tersebut, dan apabila BPMT
ini mati maka diambil sebagai penggati yaitu dari BF yang di perbanyak. Jumlah
BPMT yang diterangkan pada waktu itu yaitu berjumlah 360 batang.
PERUSES
PRAKTIKUM
1. Pemilihan
mata tunas
Apabila perbanyakan akan dilakukan,
maka terlebih dahulu memilih mata tunas yang akan di perbnyak dan di tempel
pada batang javans sitrus. Cara pemilihanya yaitu dari BPMT yang pucuknya telah
mempunyai masa Norman, yaitu keadaan pucuk tersebut tidak terlalu tua dan tidak
terlalu muda.
2. Penempelan
Penempelan merupakan peletakan mata
tunas kepada batang javanes sitrus, yang sebelum itu mata tunas di potong dalam
bentuk irisan miring, dan pada batang javannes sitrus tersebut juga di asmbil
kulitnya tersebut kemudian barulah diletakkan mata tunas dari jeruk keprok gayo
yang akan di budidayakan.
3. Pembungkusan
Peruses akhir dari perbanyakan
tanaman jeruk keprok gayo adalah pembungkusan dengan menggunakan pelastik yang berukuran 1 ons. Mata tunas
yang telah di tempel maka di bungkus(dibalut) di bangian batang javanes setrus
sampai rata, dan tidak boleh ada jalan air untuk masuk kepada bagian mata tunas
yang telah ditempel.
Setelah di bungkus maka tunggu
sampai tunas yang di tempel tersebut tidak busuk atau mulai tumbuh tunas baru
yang akan menembus pelastik tersebut, barulah pelastik pembungkus tersebut siap
untuk di ambil. Biasanya apabila proses tersebut berhasil maka jangka waktu
keberhasilanya tersebut hanya berkisar ± 20 s/d 30 hari. Apabila gejala yang
ada pada mata tunas yang di tempel tersebut seperti membusuk, maka tidak ada
harapan untuk keberhasilan dari proses perbanyakan tersebut.
\
Tidak ada komentar:
Posting Komentar