Jumat, 02 Oktober 2015



LAPORAN PRAKTIKUM
MATA KULIAH AGRONOMI
KOMODITI JERUK KEPROK GAYO
LOKASI RIMBA RAYA


AGRIBISNIS III A
Disusun Oleh:

ARIF
1101010024


 






AKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
UNIVERSITAS GAJAH PUTIH
TAKENGON
2013

LAPORAN AGRONOMI
Komoditi Jeruk Keprok Gayo Lokasi Rimba Raya

A.     PENDAHULUAN
Sebelum lebih jauh membahas tentang laporan dari peraktikum ini maka perlu kita ketahui makna dari agronomi itu sendiri. Agronomi dapat diistilahkan sebagai produksi tanaman, dan diartikan suatu usaha pengelolaan tanaman dan lingkungannya untuk memperoleh hasil sesuai tujuan. Ada dua tujuan, yaitu memaksimalkan output atau meminimalkan input agar kelestarian lahan tetap terjaga.
Pada awal kehidupan manusia di bumi, hanya hidup dari mencari makan dari hasil hutan secara langsung. Perkembangan berikutnya, semakin banyak anggota kelompoknya, lalu ada tempat untuk menetap dan mulai bercocok tanam di lahan sekitar tempat tinggalnya dan mulai memelihara ternak dan terbentuklah pekarangan.
Setelah itu, berkembang untuk membuka lahan di hutan untuk bercocok tanam, sehingga hanya dapat ditanami beberapa tahun lalu pindah tempat, sering dikenal dengan lahan berpindah.
Semakin bertambahnya penduduk, sistem-sistem tersebut tidak dapat dipertahankan, lalu berusaha untuk tetap mempertahankan tingkat kesuburan tanahnya dan mulai dikenal teknik budidaya (agronomi).
Ketidakseimbangan penambahan jumlah penduduk dibanding penambahan hasil pangan menjadi persoalan yang dipelajari oleh bidang Agronomi. Antara lain usahanya dengan perluasan lahan, penggunaan varietas unggul, peningkatan manajemen dalam berbagai tindak agronomi dan pelaksanaanya.
Sehingga dengan demikian agronomi merupakan disiplin ilmu yang sangat penting dalam kehidupan bertani dan lainya. Untuk lebih lanjutnya maka dengan adanya teori agronomi tersebut maka akan lebih mudah dalam pengimplementasian ketika peraktik di lapangan.

B.      KOMODITI
Komoditi yang di gunakan dalam praktikum agronomi tersebut yaitu : komoditi jeruk keprok gayo. Karena jeruk keprok gayo adalah salah satu jeruk kebanggaan kepunyaan tanoh gayo, sebab telah di teliti dan dianalisa maka kementrian Negara republik Indonesia telah memberi ijin untuk dapat mengembangkan komoditi jeruk keprok gayo tersebut.

C.      SISTEM PERAKTIK
Dalam  melakukan praktikum tersebut, adalah sistem perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo dengan menggunakan sistem penempelan mata tunaske dalam batang tanaman lainya. Yaitu jeruk sayur (javaness sitrous.

D.     ALAT DAN BAHAN
Alat  dan bahan yang digunakan dalam peraktikum tersebut yaitu perbanyakan tanaman yaitu:
1.      pisau
2.      pelastik pembalut berukuran 11/2 ons
3.      mata tunas
4.      batang jeruk sayur
E.      CARA PERAKTIK
Sebelum mengkaji bagaimana proses perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo, terlebih dahulu kami menyampaikan cara-cara sbb :

1.BF
BF (Blok Fondation) adalah batang dasar / awal yang menjadi sumber dari perbanyakan tanaman jeruk tersebut, di lokasi peraktikum jumlah dari BF itu sendiri yaitu 12 batang, yang fungsinya adalah sebagai induk apabila ingin di perbanyak tanaman jeruk tersebut, untuk membuat BPMT, dan BF tersebut tidak di beri kesempatan untuk berbuah, serta di tempatkan dalam wadah yang khusus yaitu di dalam Green House.

2.BPMT
BPMT (Blok Pengadaan Mata Temple/Tunas) adalah sumber kedua setelah BF yang di gunakan untuk di ambil mata tunas tersebut, dan apabila BPMT ini mati maka diambil sebagai penggati yaitu dari BF yang di perbanyak. Jumlah BPMT yang diterangkan pada waktu itu yaitu berjumlah 360 batang.
PERUSES PRAKTIKUM
1.       Pemilihan mata tunas
Apabila perbanyakan akan dilakukan, maka terlebih dahulu memilih mata tunas yang akan di perbnyak dan di tempel pada batang javans sitrus. Cara pemilihanya yaitu dari BPMT yang pucuknya telah mempunyai masa Norman, yaitu keadaan pucuk tersebut tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.


2.       Penempelan
Penempelan merupakan peletakan mata tunas kepada batang javanes sitrus, yang sebelum itu mata tunas di potong dalam bentuk irisan miring, dan pada batang javannes sitrus tersebut juga di asmbil kulitnya tersebut kemudian barulah diletakkan mata tunas dari jeruk keprok gayo yang akan di budidayakan.
3.       Pembungkusan
Peruses akhir dari perbanyakan tanaman jeruk keprok gayo adalah pembungkusan dengan menggunakan  pelastik yang berukuran 1 ons. Mata tunas yang telah di tempel maka di bungkus(dibalut) di bangian batang javanes setrus sampai rata, dan tidak boleh ada jalan air untuk masuk kepada bagian mata tunas yang telah ditempel.
Setelah di bungkus maka tunggu sampai tunas yang di tempel tersebut tidak busuk atau mulai tumbuh tunas baru yang akan menembus pelastik tersebut, barulah pelastik pembungkus tersebut siap untuk di ambil. Biasanya apabila proses tersebut berhasil maka jangka waktu keberhasilanya tersebut hanya berkisar ± 20 s/d 30 hari. Apabila gejala yang ada pada mata tunas yang di tempel tersebut seperti membusuk, maka tidak ada harapan untuk keberhasilan dari proses perbanyakan tersebut.







\






Tidak ada komentar:

Posting Komentar